
Klaten, Juli 2026 — Upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dilakukan di Desa Wangen melalui program Gerakan Pilah Sampah (GPS). Program ini merupakan kolaborasi antara PT Tirta Investama (AQUA) Klaten, Pemerintah Desa Wangen, BUMDes Wangen, dan Shind Jogja sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.
Sebagai tahap persiapan pelaksanaan GPS, sebanyak 25 kader Posyandu Desa Wangen mendapatkan pelatihan mengenai pengelolaan sampah dan peran kader sebagai pendamping masyarakat di tingkat RT. Pelatihan ini dirancang untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan, mulai dari teknik sosialisasi kepada warga, pengenalan jenis sampah, pembagian tas pilah, pendataan rumah tangga, hingga mekanisme pengumpulan.
Program GPS hadir sebagai respons terhadap kondisi pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Wangen, di mana sebagian sampah masih tercampur dan langsung dibuang ke TPS tanpa melalui proses pemilahan. Padahal, sebagian sampah rumah tangga masih memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik.
Dengan jaringan Posyandu yang menjangkau masyarakat hingga tingkat RT, kader Posyandu dipandang memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan perilaku. Melalui GPS, kader tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi, tetapi juga mendampingi rumah tangga dalam memilah sampah, mendistribusikan tas pilah, serta mendukung proses pengumpulan sampah anorganik untuk selanjutnya disetorkan ke Bank Sampah BUMDes Wangen.
Materi pelatihan mencakup kebijakan Gerakan Pilah Sampah dan Program Bijak Berplastik, peran kader dalam perubahan perilaku masyarakat, teknik sosialisasi dari rumah ke rumah, pengenalan sampah organik, anorganik bernilai ekonomi dan residu, mekanisme pembagian tas pilah, hingga sistem penimbangan dan pencatatan tabungan sampah.
Setelah mengikuti pelatihan, kader kemudian menjalankan peran mereka secara langsung di wilayah masing-masing.
Pada Juli 2026, sosialisasi Gerakan Pilah Sampah telah direalisasikan di seluruh 18 RT Desa Wangen, yang mencakup RT 1, RT 2, dan RT 3 pada masing-masing RW 1 hingga RW 6.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, kader memperkenalkan mekanisme GPS kepada masyarakat, menyampaikan pentingnya pemilahan sampah dari rumah, serta mengajak warga untuk berpartisipasi dalam sistem pengumpulan sampah yang terhubung dengan Bank Sampah BUMDes Wangen. Kader juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan pengelola program untuk memastikan pelaksanaan GPS dapat berjalan sesuai kondisi dan kesepakatan di masing-masing RT.
Mekanisme GPS dimulai dari rumah tangga dengan memilah sampah sesuai jenisnya. Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi kemudian dikumpulkan menggunakan tas pilah. Pada hari yang telah disepakati di tingkat RT, warga membawa sampah ke titik pengumpulan untuk ditimbang dengan pendampingan kader. Hasil penimbangan kemudian dicatat sebagai tabungan nasabah sebelum sampah diangkut dan disetorkan ke Bank Sampah BUMDes Wangen.
Pelaksanaan sosialisasi di 18 RT menjadi langkah penting dalam memperluas penerapan GPS di Desa Wangen. Selain mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sistem pengumpulan sampah berbasis RT sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Bank Sampah BUMDes Wangen.
Melalui kolaborasi antara PT Tirta Investama (AQUA) Klaten, Pemerintah Desa Wangen, BUMDes Wangen, dan Shind Jogja, Gerakan Pilah Sampah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Kader Posyandu menjadi salah satu aktor kunci dalam memastikan perubahan tersebut dapat berlangsung secara konsisten dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan RT.


Penulis: Kinaryosih Putri Utomo